AC Rumah Tidak Layak? Adakah Efek Kesehatannya?

Home / News / AC Rumah Tidak Layak? Adakah Efek Kesehatannya?

Terkadang, pendingin udara berperan menjadi penyelamat saat suasana rumah sedang panas-panasnya. Alat semacam ini bisa menjadi teman terbaik saat gerah melanda. Tidak ada yang lebih baik lagi daripada menyalakan AC rumah anda setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan di siang bolong.

Tapi, sementara menikmati pendingin udara dengan segala kebaikan yang ditawarkan, terselip beberapa efek buruk terkait masalah kesehatan. Uraian di artikel sebelumnya sudah sedikit menjelaskan tentang apa-apa yang terjadi jika tetap berkeras memakai AC rumah tidak layak.

Guna menghindari situasi buruk terkait isu kesehatan, penting untuk memahami efek tidak baik yang ditimbulkan pendingin udara terhadap kesehatan. Bukan bermaksud membuat siapapun khawatir, tapi dengan mengetahui potensi bahaya yang ditimbulkan, pengguna dapat mengontrol tingkat kesehatan dari paparan pendingin udara.


Efek buruk dari kualitas rendah udara dalam ruangan. Sumber: icareaircare.com

#1. Memicu masalah pernafasan

bacaanku.com

Di antara isu kesehatan serius yang sering muncul akibat pemakaian AC yaitu masalah pernafasan. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi indikator kelayakan pendingin udara yang terpasang. Semisal merasa sesak nafas saat berdiam diri beberapa saat di ruangan dengan AC, ada kemungkinan unit sudah bermasalah.

Satu penyebab utama bisa jadi karena pendingin udara tidak dibersihkan sebagaimana seharusnya. Lupa mengganti filter dapat menyebabkan berbagai bakteri dan jamur terakumulasi. Semisal situasi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin pendingin udara menjadi lahan potensial perkembangan bakteri.

Tahap selanjutnya, mikro organisme yang tumbuh kembang dapat memicu masalah pernafasan lewat hembusan udara dari pendingin udara. Satu cara terbaik menghindari situasi demikian yaitu dengan membersihkan unit AC rumah Anda secara reguler dan mengganti filter tiap beberapa bulan sekali.

#2. Berat badan naik

uzone.id

Laman Everyday Health menyebut, pendingin udara berperan dalam menjaga tubuh pada suhu yang dirasa nyaman untuk beraktivitas atau bergerak sebanyak mungkin. Jika hal sebaliknya yang terjadi, situasi yang demikian dapat menyebabkan tubuh membakar kalori lebih sedikit daripada seharusnya.

Dalam kondisi ideal, tubuh akan menyesuaikan suhu dengan lingkungan sehingga mengkonsumsi kalori pada prosesnya. Cuaca panas memaksa siapapun berdiam diri dalam ruangan sambil menyalakan pendingin udara tanpa melakukan apapun, plus ada kecenderungan makan lebih banyak saat suasana sedang dingin.

#3. Terserang flu

home.bt.com

Lain hal menurut Jurnal Oxford, bahwa individu yang banyak menghabiskan waktu di lingkungan dengan AC membutuhkan perawatan lebih sering karena gejala flu. Tapi agar tidak sampai repot mengunjungi petugas kesehatan, pastikan semua aspek dalam unit pendingin udara dibersihkan dengan baik.

Lingkungan tempat pendingin udara berada harus dirawat, ini termasuk karpet, gorden, atau benda apapun yang mempunyai kemungkinan menyimpan debu. Semua benda tersebut dapat mengakumulasi penumpukan debu dan kotoran yang selanjutnya memicu flu.

#4. Membuat kulit kering

iluminasi.com

Invidivu yang menghabiskan banyak waktu di lingkungan dengan pendingin udara akan menjadi kurang toleran terhadap suhu panas, terutama saat musim kemarau. Karena tubuh kurang adaptif, respon yang keluar yaitu kulit menjadi kering sebagai kompensasi karena suhu berganti secara tiba-tiba.

Pada saat suhu dingin, udara kering yang keluar dari pendingin udara membuat kulit kehilangan pelembab alaminya. Maknanya, semakin banyak waktu yang dihabiskan di bawah suhu dingin, kulit akan semakin mengering. Untuk mengatasi iritasi kulit semacam ini, pastikan kulit selalu terhidrasi dengan minum banyak air dan memakai pelembab yang layak.

#5. Sakit kepala dan pusing

alodokter.com

Merasa sesak atau terasa pusing setelah terkena pendingin udara sepanjang hari bukan hanya dirasakan beberapa individu saja, melainkan kebanyakan. Saat mengalami kejadian seperti ini, satu-satunya yang dapat disalahkan yaitu pendingin udara yang menyala.

Studi lain yang dikeluarkan International Journal of Epidemiology menemukan hubungan langsung antara lingkungan kerja dengan AC yang menyebabkan gejala neurologis seperti sakit kepala, pusing, dan kelelahan.

Dalam hal ini, cobalah untuk menambah suhu AC rumah anda supaya lebih sesuai suhu tubuh. Cara lain yaitu dengan mengambil jeda sejenak melangkah keluar dari ruangan untuk mencari udara segar, sekaligus sebagai langkah menormalkan kembali suhu tubuh setelah terpapar dingin.

Tanda AC Rumah Anda Terkontaminasi Bakteri

Jika sudah lebih dari satu tahun sejak pendingin udara terakhir di servis, ada kemungkinan besar bahwa pendingin udara sudah terkontaminasi penuh bakteri dan patogen lain. Setidaknya ada beberapa tanda yang dapat dirasakan jika pendingin udara sudah mulai bermasalah.

Bau tidak sedap yang keluar dari hembusan AC merupakan gejala umum yang menunjukkan bahwa bakteri sudah tumbuh dalam unit. Bau disebarkan oleh udara yang keluar dari evaporator dengan membawa partikel bakteri kemudian keluar melewati ventilasi yang tersedia.

Partikel bakteri kemudian tersirkulasi saat pendingin udara dinyalakan. Tahap selanjutnya, proses penyebaran bakteri kemudian dimulai. Semisal ada yang merasa sulit bernafas, kondisi ini merupakan efek lanjutan lain dari bau tidak sedap yang sudah menyebar.

Meski kondisi ini mungkin menjadi gejala bahwa pendingin udara butuh diisi ulang, tapi juga dapat mengindikasikan filter udara kotor dan butuh dibersihkan. Kotoran yang terakumulasi dalam filter udara membuat tumpukan debu, dan ketika suhu menjadi lembab, selanjutnya terjadi penyumbatan.

Saat filter udara tersumbat, hembusan udara dingin dari sistem ventilasi akan terbatasi. Debu dapat menciptakan masalah pada sistem pernafasan, yang kemudian memicu infeksi paru pada tingkat yang lebih parah. Terkhusus penderita alergi, asma, atau masalah paru lainnya, risiko yang diterima bisa saja lebih parah.

Dan karena AC selalu terekspos debu dan kotoran kemudian menjadi lembab, sangat normal bagi bakteri untuk terus berkembang. Tentu ada beberapa solusi yang dapat diambil untuk mencegah situasi seperti ini, misalnya dengan membersihkan ventilasi secara berkala.

Saat ingin membersihkan, usahakan memakai lap bersih dan cuka atau baking soda yang berguna membunuh bakteri yang mengendap. Semisal merasa sedikit repot, semprotan anti bakteri juga cukup ampuh digunakan. Pastikan memakai semprotan semacam ini saat tidak ada siapapun dalam ruangan, dan hindari masuk ke ruangan setidaknya sampai 30 menit.

Untuk hasil terbaik, mengganti filter udara merupakan satu-satunya cara pasti supaya pendingin udara lebih aman. Hal ini memastikan bahwa debu dan sumber bakteri dalam sistem pendingin udara akan hilang. Idealnya, filter udara harus diganti tiap dua tahun sekali.

Satu fakta penting, kesesuaian suhu harus diutamakan saat memakai AC rumah anda. Suhu yang terjaga baik akan memberi efek baik pada perkembangan berat badan. Begitu bunyi riset yang dimuat majalah Time. Studi juga menjelaskan bahwa saat tubuh terpapar suhu lebih tinggi atau rendah, metabolisme akan meningkat.

Tubuh memang mampu beradaptasi dengan beberapa tingkatan macam suhu. Tapi jika memang tubuh tidak mampu berdamai dengan suhu pendingin ruangan, tubuh akan mengirimkan sinyal kurang baik seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Sebaiknya, lebih bijak lagi dalam mengatur suhu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *