8 Teknologi HVAC Paling Ditunggu di 2019

Home / News / 8 Teknologi HVAC Paling Ditunggu di 2019

Terdapat sejumlah nilai positif dari hadirnya teknologi HVAC. Dari yang mulanya hanya digunakan untuk teknologi AC, HVAC kini sudah berkembang jauh daripada saat awal ditemukan. Teknologi HVAC tak ubahnya seperti sebuah solusi masif atas masalah hunian terkait efisiensi dan produktivitas.

Seiring meningkatnya minat hunian berbasis smart home, terdapat ekspektasi lebih bahwa hunian masa kini sudah harus dilengkapi dengan teknologi baru. Sistem HVAC bukan pengecualian, bahkan efeknya diprediksi mampu merubah tatanan industri properti karena dapat mengurangi biaya hingga 20%-50%.

Beberapa jenis teknologi hasil kembangan dari sistem HVAC memang masih dalam tahap purwarupa. Tapi 2019 akan menjadi tahun revolusi untuk teknologi HVAC, yang mana sistem ini secara konsisten akan mampu meningkatkan level kenyamanan dalam rumah lewat teknologi baru.


Sumber: capitalhomebuilders.com

#1. Fully automated home

Secara konsep fully automated home sudah banyak dibicarakan, meski secara faktual jenis hunian macam ini belum menjadi kenyataan. Sejumlah teknologi di pasaran saat ini sebenarnya sudah mampu digunakan membuat rumah yang terotomatisasi, dan penerapannya hanya tinggal menunggu waktu.

Dari semua jenis teknologi yang ada, sistem HVAC masih merupakan satu-satunya teknologi yang paling bisa digunakan untuk menciptakan hunian yang serba otomatis. Sistem ini nantinya dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan rumah tangga sesuai tingkat kenyamanan yang dibutuhkan.

#2. Movement activated AC

Beberapa ahli dari MIT membuat gagasan dengan mendesain pendingin udara baru yang dilengkapi dengan sensor pendeteksi gerakan. Mudahnya, saat ada penghuni rumah yang masuk dalam ruangan, AC otomatis akan menyala karena mendeteksi kehadiran seseorang.

Sistem ini sebenarnya sangat sederhana, tapi menjadi luar biasa karena ide ini belum pernah diterapkan pada perangkat AC. Bagaimanapun juga, teknologi semacam ini hanyalah salah satu bentuk aplikasi dari sistem HVAC yang dapat membantu mengurangi pemakaian energi dan anggaran rumah tangga.

#3. Energi dari panas komputer

Laptop juga komputer barangkali sudah naik kelas menjadi kebutuhan primer, dan kebanyakan rumah memiliki setidaknya satu. Semua pasti pasti sudah tahu bahwa komputer menghasilkan panas saat digunakan beberapa jam dalam satu lokasi tanpa sirkulasi udara yang layak.

Satu innovator bernama Lawrence Orsini, yang merupakan pendiri Project Energy, melihat betapa efektifnya komputer dalam menghasilkan panas. Teori yang ditawarkan yaitu memanfaatkan panas yang dihasilkan komputer untuk membuat sistem pemanas demi keperluan rumah tangga.


Sumber: aifaindia.in

#4. Smart home

Lewat sistem yang terkoneksi, dari smartphone misalnya, penghuni rumah dapat mengontrol listrik, pendingin, pemanas, keamanan, dan hiburan hanya dengan sekali sentuh. Tak ada keraguan bahwa teknologi rumah pintar akan terus berkembang seiring laju teknologi.

Dengan sistem yang terintegrasi, mengontrol kenyamanan rumah dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Nest merupakan pionir dalam bidang ini. Ide awalnya yaitu dengan menambah fungsi pada sistem HVAC dengan berbagai tugas baru, selain mengontrol pendingan dan pemanas udara.

#5. Geothermal heat pump

Teknologi geotermal saat dinilai sebagai investasi paling menjanjikan karena bisa menghemat anggaran untuk siapa saja yang mempunyai teknologi ini nantinya. Geotermal sebenarnya sudah muncul sejak 1940, tapi pemanfaatannya secara penuh baru benar-benar dilakukan akhir-akhir ini.

Dengan makin banyaknya hunian ramah lingkungan, geotermal kian populer. Pemanas geotermal mendapat energi langsung dari panas bumi lewat pipa bawah tanah yang menyerap panas lalu membawa ke rumah. Bonus lain dari penerapan teknologi ini berupa tersedianya air panas secara gratis.

#6. Sensor ventilasi

Satu terobosan lain dari teknologi HVAC yaitu sensor ventilasi yang mampu menggantikan tugas ventilasi langit-langit rumah, dinding, juga lantai. Hanya dengan aplikasi smartphone, penghuni ruangan dapat mengatur ventilasi ramah lingkungan ini secara presisi dengan suhu yang bisa dkontrol.

Sistem ini dilengkapi sensor yang mampu memantau suhu dalam rumah, tekanan udara, juga kualitas udara dalam ruangan. Meski sistem masih dianggap baru, tapi saat uji coba mampu memberi hasil memuaskan. Untuk beberapa jenis bahkan sudah tersedia dalam pasar.

#7. AC bertenaga es

Sebuah perusahaan berbasis di California menciptakan AC bertenaga es yang diberi nama Ice Bear. Teknologi ini bekerja dengan membekukan air dalam tanki hingga semalaman, sehingga es bisa membantu mendinginkan suhu dalam rumah pada keesokan harinya.

Sejauh ini, desain awal hanya mampu menyuplai dingin ke rumah selama 6 jam, setelah itu pendingin udara konvensional akan menambil alih lagi. Meski teknologi ini masih jauh dari kata sempurna, tapi kemampuannya mendinginkan rumah selama 6 jam merupakan langkah awal bagus untuk hemat energi.

#8. Thermally driven AC

Desain lain yang baru diimplementasikan di 2019 yaitu thermally driven AC yang diinisiasi perusahaan bernama Chromasun asal Australia. Secara tampilan, teknologi ini masih memakai model unit AC lama, hanya saja sumber energi yang digunakan dalam sistem berbeda.

Pendingin udara berbasis panas merupakan sistem yang menggunakan energi matahari dan kombinasi dari gas alam. Perpaduan dua sumber daya alam ini menghasilkan sistem yang efektif dan efisien, bahkan diklaim memiliki kemampuan mendinginkan lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *